
Faculty of Economic And Islamic Busines IAIN Kerinci 3RD International Student Conference On Islamic Economi Business And Finance 2025 dengan Tajuk : Integrating Ziswaf And Islamic Finance to Promote Sustainable Economic Growth , 18 Desember 2025
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kerinci sukses menyelenggarakan 3RD International Student Conference on Islamic Economy, Business and Finance 2025 pada hari Kamis, 18 Desember 2025. Bertempat di Aula Utama kampus IAIN Kerinci, konferensi bertajuk “Integrating ZISWAF and Islamic Finance to Promote Sustainable Economic Growth” ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia dan Asia Tenggara. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, yang menekankan urgensi integrasi zakat, infak, sedekah, wakaf (ZISWAF) dengan keuangan syariah untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Konferensi ini menjadi wadah prestisius bagi mahasiswa untuk mempresentasikan riset inovatif di bidang ekonomi Islam. Lebih dari 50 paper dipresentasikan dalam sesi paralel, mencakup topik seperti model zakat digital untuk UMKM, sukuk wakaf berbasis blockchain, dan strategi anti-korupsi melalui transparansi ZISWAF. Peserta internasional dari Malaysia, Brunei, dan Thailand membawa perspektif regional, memperkaya diskusi tentang harmonisasi fiqh muamalah dengan regulasi global.
Sesi keynote speech disampaikan oleh pakar terkemuka dari Bank Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Mereka membahas bagaimana integrasi ZISWAF dapat mengurangi kesenjangan ekonomi di pedesaan, dengan studi kasus pemberdayaan petani melalui pembiayaan syariah. Tema utama konferensi selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya nol kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi inklusif.
Panel diskusi pagi hari fokus pada inovasi produk keuangan syariah berbasis ZISWAF. Mahasiswa IAIN Kerinci mempresentasikan prototype aplikasi mobile untuk pengelolaan wakaf produktif, yang mendapat apresiasi dari juri. Diskusi juga menyentuh tantangan implementasi di daerah terpencil seperti Kerinci, di mana potensi wakaf tanah belum optimal dimanfaatkan untuk agribisnis halal.
Istirahat siang diisi dengan exhibition produk UMKM berbasis ZISWAF dari komunitas lokal. Pengunjung dapat menyaksikan demo crowdfunding syariah untuk proyek sosial, yang langsung terhubung dengan platform zakat digital. Kegiatan ini tidak hanya edukatif, tapi juga memfasilitasi transaksi nyata, memperkuat ekosistem ekonomi Islam di Jambi.
Sesi sore menyoroti kolaborasi antar-institusi, dengan undangan khusus untuk STAI Hubbulwathan Duri sebagai mitra potensial ICoS 2026. Perwakilan UP2M STAI Hubbulwathan berbagi pengalaman KKN tematik ZIS di Sumatera Utara, yang selaras dengan tajuk konferensi. Sinergi ini membuka peluang kerjasama paper bersama dan workshop metodologi riset zakat.
Kompetisi paper terbaik dimenangkan oleh tim mahasiswa IAIN Kerinci dengan riset “Optimalisasi Zakat Produktif untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan”. Juara kedua dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, sementara juara ketiga dari peserta Malaysia. Penghargaan ini diserahkan oleh Wakil Rektor IAIN Kerinci, yang mendorong publikasi di jurnal terindeks seperti Amwaluna.
Konferensi ini juga menjadi momentum bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kerinci untuk menandatangani MoU dengan BAZNAS Provinsi Jambi. Kerjasama ini mencakup pelatihan pengelolaan ZISWAF dan program magang di lembaga keuangan syariah. Nota kesepahaman ini memperkuat komitmen institusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi Islam.
Acara ditutup dengan sesi networking dan cultural performance daerah Kerinci, yang memperkaya nuansa Islami konferensi. Dekan fakultas menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi aktif mahasiswa, sekaligus mengumumkan rencana konferensi ke-4 tahun depan dengan tema fintech syariah. Keberhasilan acara ini meningkatkan reputasi IAIN Kerinci di kalangan akademisi ekonomi Islam.
Secara keseluruhan, 3RD International Student Conference 2025 berhasil mengintegrasikan teori dan praktik ZISWAF untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Konferensi ini tidak hanya menghasilkan rekomendasi kebijakan, tapi juga membangun jaringan mahasiswa yang siap berkontribusi pada ICoS 2026 dan agenda nasional ekonomi syariah.






